Past Events

Presentasi Workshop “Mari Belajar Berdiri dan Berjalan”

Taman Baca Kesiman x Kalanari Theatre Movement: Pertunjukan Presentasi Workshop Mari Belajar Berdiri dan Berjalan Sabtu, 14 April 2018 Pkl. 20.00 WITA Taman Baca Kesiman Jl. Sedap Malam No. 234, Denpasar Setelah berbagi dalam workshop selama dua hari, partisipan workshop berteater yang difasilitasi Ibed Surgana Yuga akan mempresentasikan tanggapan mereka terhadap workshop dalam bentuk tiga

Ulasan: Pemutaran Keliling Vidsee Juree Award Indonesia 2018

Pada 11 April 2018, tercatat 38 penonton hadir menyaksikan Pemutaran Keliling Viddsee ID 2018. Program Dokumentar ini memutar empat film antara lain, Simi Kopitiam (2015), The Woman Who Fell to Earth (2016), My Son, Pankaj (2013), dan Plintik (2017). Acara dilanjutkan dengan ngobrol bersama mas Dimas Jayasrana, yang berbagi banyak hal, mulai dari pentingnya platform online

Pemutaran Keliling Vidsee Juree Award Indonesia 2018

Pemutaran Keliling Vidsee Juree Award Indonesia 2018 Program Dokumenter bersama Dimas Jayasrana Rabu, 11 April 2018 Pukul 19.00 – 21.00 Taman Baca Kesiman Jl. Sedap Malam No. 234, Denpasar Tentang Viddsee Juree Awards Viddsee Juree Awards adalah sebuah inisiatif untuk merayakan industri hiburan dengan memilih film pendek Asia dari semua genre: fiksi, dokumenter, dan animasi. Pada

Workshop Berteater “Mari Belajar Berdiri dan Berjalan”

Taman Baca Kesiman x Kalanari Theatre Movement: Workshop Berteater Mari Belajar Berdiri dan Berjalan Fasilitator: Ibed Surgana Yuga Kalanari Theatre Movement, Jogja Kapan kita belajar berdiri? Kapan kita mulai bisa berjalan? Setelah raga kita menguasai ilmu berdiri dan berjalan, apakah kita hanya menggunakan saja ilmu itu tanpa mempelajarinya lagi? Lalu, apakah teater memerlukan “ilmu berdiri

Ulasan: “Sekeping Kenangan” Sebuah Launching Film & Pentas untuk Kemanusiaan

Kamis, 29 Maret 2018. Suasana pemutaran film dokumenter Sekeping Kenangan dan pentas musik kemanusiaan Prison Songs: Nyanyian yang Dibungkam. Terima kasih kepada semua pihak yang telah melancarkan jalannya acara dan juga untuk para penonton keren yang setia mengikuti acara hingga akhir. Mengutip Rara Sekar, “Mengenang, mempertanyakan, dan mencipta sejarah bersama-sama di bawah rembulan Kesiman.” Dokumentasi: Putu Sayoga

Ulasan: The Magnificent of Play

Turiya Educara x Taman Baca Kesiman Sejak Minggu pagi, 25 Maret 2018 yang lalu, hadir kurang lebih belasan keluarga yang berpartisipasi dalam kegiatan di Taman Baca Kesiman. Selain berbincang dan bermain, para orang tua juga langsung mempraktikan hasil diskusi bersama narasumber dan fasilitator dari Turiya Educare. Terima kasih untuk semua keluarga, kawan, dan relawan yang

The Magnificent

Halo Denpasar! Jangan lupa hadir dalam acara diskusi dan berbagi tentang “bermain” yang akan dibawakan oleh teman2 Turiya Educare. Selain berdiskusi dengan orangtua, akan ada aktivitas seru bagi orangtua dan anak. Akan ada box Playshipbyhoopla juga yang akan menemani anak-anak bermain. Acara akan dibawakan oleh Putu Nugraheni, seorang psikolog anak juga play therapist yang akan

“Sekeping Kenangan” Sebuah Launching Film & Pentas untuk Kemanusiaan

Hi guys, ayo hadiri acara pemutaran perdana film Sekeping Kenangan, sebuah film mengenai nyanyian manusia-manusia yang sengaja dibuang dan diasingkan dari orang-orang tercinta mereka. Meski dalam keadaan terjepit mereka para pesakitan ini mampu menciptakan berbagai dendang yang memiliki nilai gugah. Film yang menarik untuk disimak karena bisa memompa rasa kepedulian kita terhadap persoalan kemanusiaan di

Syuting Klip “Batas Cahaya” Superman Is Dead

Diskusi Publik “Melawan Kriminalisasi Aktivis Lingkungan Hidup di Indonesia”

Banyaknya kasus kriminalisasi aktivis lingkungan di Indonesia menjadi tanda bahwa aparat penegak hukum masih belum memasang timbangannya dengan seimbang Tuntutan masyarakat agar aparat penegak hukum memeriksa ijin lingkungan sebuah perusahaan yang merusak lingkungan, begitu lama diproses. Namun saat masyarakat mengungkapkan kekecewaannya, masyarakat malah dikriminalisasi. Dalam diskusi ini kita akan melihat fenomena kriminalisasi aktivis lingkungan dalam

Ulasan: Bincang Sore “Lebih Dekat dengan Bunuh Diri”

Pada Minggu sore, 4 Maret 2018, Taman Baca Kesiman menyelenggarakan Bincang Sore membahas maraknya pemberitaan tentang kasus bunuh diri. Meski depresi merupakan penyebab terbesar dari fenomena tersebut, ada banyak faktor lain yang menyumbang besarnya angka bunuh diri. Beragam kondisi tersebut dipengaruhi antara lain oleh faktor kesehatan, faktor lingkungan, kondisi sosial, dan ekonomi. Proses edukasi menjadi

Bincang Sore “Lebih Dekat dengan Bunuh Diri”

Maraknya pemberitaan terhadap kasus bunuh diri hari-hari ini patut kita berikan perhatian. Mengapa belakangan ini semakin banyak fenomena bunuh diri di Bali? Apa sebetulnya masalah yang dihadapi masyarakat kita? Problem-problem tersebut akan dibahas pada Bincang Sore kali ini, “Lebih Dekat dengan Bunuh Diri,” bersama dr. Yessi Crosita, Angga Wijaya, dan I Wayan Willyana Pan Galang. Mari mengenali, bercerita,