Ulasan

Ulasan: Festival Arsip IVAA Yogyakarta 2017

Pada 29 September hingga 1 Oktober yang lalu, tim Taman Baca Kesiman diundang oleh Indonesian Visual Art Archive (IVAA) Yogyakarta untuk berpameran kerja pengarsipan. Tim TBK membawa arsip audio visual (film dokumenter) berjudul Sekeping Kenangan (2017) yang disutradarai oleh Hadhi Kusuma. Film ini bercerita tentang proses dibalik penciptaan Prison Songs, Nyanyian yang Dibungkam, diluncurkan pada

Ulasan: Cinecoda, Pemutaran Film dan Diskusi, “Rekoleksi Memori”

Senin, 28 Agustus 2017, Taman Baca Kesiman mengadakan pemutaran 4 film pendek bertajuk Rekoleksi Memori yang diproduksi oleh KawankawanFilm. Empat film tersebut membicarakan mengenai peristiwa G30 S 1965 dengan beragam perspektif, mulai dari kehidupan eksil yang tidak bisa kembali ke Indonesia dalam film Saudara dalam Sejarah (Amerta Kusuma, 2015), kemudian ada film Tida Lupa (Asrida

Ulasan: Bincang Sore Khilafah bersama Bramantyo Prijosusilo, dengan Penampilan Spesial Bonita & The Hus Band

“Ada banyak hal yang bisa kita ciptakan, dengan membuka ruang dialog seperti ini misalnya, maka kita bisa mencegah politik devide et impera…” Taman Baca Kesiman mengucapkan terima kasih kepada kawan-kawan yang hadir dan ikut urun rembug dalam diskusi kemarin. Berdialog, dan urun rembug dengan guyub tak pernah menjadi serelevan hari ini, ketika isu pemecah belah

Ulasan: Pemutaran Film dan Diskusi Hari Film Nasional, Denpasar, 22-24 Maret 2017

oleh Ayu Diah Cempaka Salah satu program yang dicetuskan Pusat Pengembangan Perfilman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dalam merayakan Perayaan Hari Film Nasional tahun 2017 adalah bekerja sama dengan 10 komunitas film di 10 daerah di Indonesia untuk mengadakan pemutaran film bertajuk ‘Merayakan Keberagaman Indonesia’. Di Bali, Taman Baca Kesiman menjadi komunitas penyelenggara yang

Peluncuran dan Diskusi Kumpulan Cerpen Khotbah karya Dwi S. Wibowo

Akhir pekan di Taman Baca Kesiman, berlangsung peluncuran dan diskusi buku kumpulan cerita pendek karya Dwi S. Wibowo. Hadir sebagai pembahas Widayanti Arioka yang mengulas buku ini dengan ciamik. Teater Kalangan menginterpretasikan salah satu cerita pendek Dwi, “Kudeta Anjing”, dan mementaskannya dengan apik. Terima kasih kepada kawan-kawan yang hadir dan meramaikan diskusi kali ini. Sampai

SINEMA BALI 1928

Teman-teman yang budiman, mari bergabung dan ikuti acara Sinema Bali 1928 pada hari Sabtu, 10 Desember 2016, mulai pukul 19.00 WITA bertempat di Taman Baca Kesiman (Jalan Sedap Malam no. 234, Kesiman Denpasar). Kami akan melakukan penayangan film-film Bali Kuna tahun 1930an karya Colin McPee, Miguel Covarrubias, dan Rolf Demare yang disertai pemutaran rekaman bersejarah

Ulasan: Diskusi Novel Kerumunan Terakhir karya Okky Madasari

Pada Minggu, 5 Juni 2016, Okky Madasari berkunjung ke Taman Baca Kesiman. Sore itu kami mendiskusikan buku terbarunya, Kerumunan Terakhir bersama Ni Made Purnama Sari dan Atrari Senudinari. Obrolan berlangsung dengan sangat cair, membahas proses kreatif, pembacaan atas novel ini dari berbagai aspek. Acara ditutup dengan pembacaan puisi dari Ni Made Purnama Sari dan Wayan

Ulasan: Diskusi Globalisasi dan Fair Trade dalam rangka Hari Fair Trade Sedunia 2016

Dalam rangka Hari Fair Trade Sedunia, Taman Baca Kesiman bekerja sama dengan Mitra Bali Fair Trade dan SATVIKA BHOGA menyelenggarakan diskusi Globalisasi dan Fair Trade. Pada 2 Juni 2016, sejak sore, kawan baca mulai berdatangan, dan diskusi berlangsung hingga jauh malam. Terima kasih kepada Bli Komang Adiartha (Mitra Bali Fair Trade/Sanggar Anak Tangguh) dan mba

Ulasan: Ada Pramoedya di Taman Baca Kesiman

Blora, 6 Februari 1925. Sembilan puluh satu tahun lalu, seorang bayi, kelak diberi nama Mas Pramoedya Ananta Toer lahir. Ketika itu, belum lagi ada Indonesia. Hindia-Ollanda, sebutan untuk negeri Timur koloni Belanda itu, masih mencari bentuknya. Suatu episode di mana muncul arus-arus pergerakan, suatu zaman penuh kegelisahan, tidak saja bagi kalangan penguasanya yang berkulit putih, tapi

Ulasan: Belajar Kritis di Taman Baca Kesiman

Berpikir kritis berawal dari kesadaran atas kondisi di sekitar kita yang tidak baik-baik saja. Begitu kiranya acara dibuka oleh Sony Prasetyo. Selama dua hari, 22-23 Januari 2016 bertempat di Taman Baca Kesiman, berlangsung Kelas Pengembangan Pemikiran Kritis. Dua kawan dari Militan Indonesia, Yohana Ilyasa dan Sony Prasetyo, hadir sebagai pemateri. Kehadiran keduanya disambut peserta dari