Ulasan: Cinecoda, Pemutaran Film dan Diskusi, “Rekoleksi Memori”

Senin, 28 Agustus 2017, Taman Baca Kesiman mengadakan pemutaran 4 film pendek bertajuk Rekoleksi Memori yang diproduksi oleh KawankawanFilm. Empat film tersebut membicarakan mengenai peristiwa G30 S 1965 dengan beragam perspektif, mulai dari kehidupan eksil yang tidak bisa kembali ke Indonesia dalam film Saudara dalam Sejarah (Amerta Kusuma, 2015), kemudian ada film Tida Lupa (Asrida Elisabeth, 2015) yang mengisahkan peristiwa 1965 di Manggarai, Flores, yang mana selama ini diskusi mengenai peristiwa 1965 hanya fokus di Indonesia bagian Barat, dan jarang membicarakan apa yang terjadi di wilayah Timur. Film ketiga adalah Tarung (Steve Pillar Setiabudi, 2015) bercerita tentang Sanggar Bumi Tarung, sebuah komunitas seni rupa yang menjadi korban kekerasan 65. Dan film terakhir adalah On the Origin of Fear (Bayu Prihantoro Filemon, 2016) yang mengisahkan tentang pengisi suara drama radio yang dibuat untuk alat propaganda Orde Baru.

Pemutaran film dilanjutkan dengan diskusi dengan Amerta Kusuma dan Steve Pillar dengan sekitar 50 penonton yang hadir. Diskusi berlangsung dengan cukup intens, tidak hanya mendengar pengalaman produksi dari tim Kawankawan Film, tapi terjadi juga silang informasi dari para hadirin yang uniknya lahir dari generasi yang berbeda-beda, yang tentunya memiliki bagasi pengetahuan yang berbeda pula tentang peristiwa 1965, sehingga membuat konten diskusi menjadi semakin kaya. Kawankawan Film juga mengundang hadirin yang barangkali berminat untuk memutarkan dan mendiskusikan seluas-luasnya film-film mereka di komunitas atau institusi masing-masing.

*Kawankawan Film adalah rumah produksi Indonesia yang mendedikasikan medium audio-visual sebagai jembatan atas absennya sejarah di kalangan generasi muda. Karya yang dihasilkan fokus pada nilai artistik dan konten sosial. Kawankawan Film didirikan pada tahun 2015 oleh Yulia Evina Bhara dan Amerta Kusuma yang juga merupakan pendiri Partisipasi Indonesia, sebuah yayasan yang sejak tahun 2008 telah menghasilkan film dengan isu sosial, dan menawarkan metode distribusi alternatif untuk film-film dengan isu sensitif seperti pelanggaran HAM tahun 1965 serta LGBT di Indonesia. Film fiksi panjang pertama yang diproduksi oleh Kawankawan Film adalah Istirahatlah Kata-kata (Yosep Anggi Noen, 2016) yang diputar perdana di Locarno Film Festival, sebuah film yang membingkai masa pelarian Wiji Thukul ke Pontianak pada tahun 1996.

Selengkapnya: Dokumentasi Cinecoda Rekoleksi Memori

Lainnya