Ulasan: Bincang Sore “Literasi Teater dan Budaya Pertunjukan”.

Menyenangkan sekali akhir pekan yang lalu, Sabtu 3 Februari 2018, bertemu kawan-kawan, dan duduk bersama. Ada tiga narasumber yang berbagi tentang literasi teater dan budaya pertunjukan. Putu Santiasa Putra lebih banyak merefleksikan proses yang dilakukannya selama setahun terakhir bersama Teater Kalangan, suatu proses pencarian yang belum tuntas, katanya. Wayan Sumahardika melihat ada kondisi-kondisi yang mempengaruhi keterbatasan penyebaran literasi, sebagaimana yang ia sendiri alami. Sebagai suatu proses, perjumpaan, perkenalan, pencarian, dan percobaan menjadi hal menarik dalam berteater. Ibed bercerita tentang usaha-usaha yang ia bersama kawan-kawannya lakukan, guna memperkaya khasanah literasi teater melalui penerbitan kalabuku. Bisa jadi inilah refleksi atas proses berteater yang ia lakukan selama kurang lebih 15 tahun, selain sebagai suatu proses yang membawanya pada perjalanan melintasi ruang-ruang budaya. Sepanjang sore hingga petang para hadirin betah duduk berlama-lama. Rasa-rasanya pertemuan kemarin begitu singkat. Terima kasih kepada seluruh kawan-kawan yang meluangkan waktunya, jumpa lagi akhir pekan nanti.

Selengkapnya: Dokumentasi Bincang Sore “Literasi Teater dan Budaya Pertunjukan”.

Lainnya