KRIMINALISASI DITENGAH ANCAMAN KRISIS EKOLOGIS

KRIMINALISASI DITENGAH ANCAMAN KRISIS EKOLOGIS: Malam Solidaritas untuk Pejuang Lingkungan Hidup

Rabu, 5 Desember 2018. Taman Baca Kesiman bersama dengan Greenpeace Indonesia menggelar diskusi publik dengan tema kriminalisasi ditengah ancaman krisis ekologis. Dihadiri oleh Gus Roy Murtadho, Koordinator Nasional Forum Nadhiyin untuk Kedaulatan Sumber Daya Alam (FNKSDA) dan Wayan ‘Gendo’ Suardana, Koordinator Umum Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi (ForBALI) sebagai pembicara dan Roberto Hutabarat selaku moderator diskusi.

Tema ini merujuk pada kasus kriminalisasi yang menimpa Budi Pego, seorang aktivis penolak tambang emas Tumpang Pitu Banyuwangi. Budi Pego adalah satu dari sekian masyarakat yang menolak kehadiran tambang emas yang berlokasi di gunung Tumpang Pitu. Tak sedikit dari mereka adalah kelompok petani dan nelayan. Sejak kehadiran tambang tersebut, aliran sungai yang biasa dimanfaatkan untuk mengairi sawah dan ladang semakin kecil dan tangkapan ikan para nelayan mengalami penurunan yang disebabkan oleh ledakan dinamit yang terjadi saat pembukaan lahan tambang.

Diskusi publik ditutup dengan penampilan akustik oleh Made Mawut dan Kupit Nosstress. Pada akhir acara, para peserta berhasil mengumpulkan donasi sukarela sebesar Rp. 1.309.000 yang diserahkan kepada Forbanyuwangi.

Silahkan simak berita lebih lanjut pada kanal berikut:

https://kumparan.com/kanalbali/gendo-kasus-banyuwangi-bisa-jadi-model-kriminalisasi-aktivis-1544051196436765696

Lainnya